Berbagai Penyebab Telinga Berdenging


Telinga berdenging atau tinnitus ialah munculnya sensasi mendengar denging, dengung, desis, siulan, kicauan, atau suara lainnya pada telinga. Suara bising yang hadir tersebut bakal semakin terdengar saat Anda sedang di ruangan yang tenang atau ketika hendak tidur malam. Sebenarnya, apakah penyebab telinga berdenging? Normalkah andai Anda merasakannya? Cari tahu jawabannya inilah ini.

Normalkah andai telinga berdenging?

Kerja sistem pendengaran paling kompleks sebab melibatkan telinga sebagai penerima dan benak sebagai juru bahasa. Ketika rekan Anda berbicara, getaran suara masuk ke telinga unsur dalam, lantas diproses dan diterjemahkan oleh saraf pendengaran dan otak. Inilah prosesnya Anda dapat mendengar apa yang dirundingkan oleh orang lain.

Ketika kita mendengar suara denging atau suara bising lainnya, tetapi tidak mengejar sumber suara, ini menandakan Anda merasakan tinnitus. Kondisi ini mengakibatkan telinga kita mendengar macam suara sebenarnya suara tersebut sebetulnya tidak ada.

Dikutip dari laman Very Well Health, suatu studi yang dilaksanakan oleh University of Texas tahun 2011 dan diterbitkan pada jurnal Nature, melafalkan bahwa tinnitus adalahhasil penyeimbangan otak sebab berkurangnya keterampilan telinga. Ini juga dapat terjadi saat telinga jadi paling peka dengan frekuensi suara tertentu.

Tinnitus paling umum terjadi, khususnya pada orang dewasa. Kondisi ini dapat ringan dan pun parah, tergantung sebab suara yang bising yang muncul menciptakan seseorang susah untuk fokus dan tidur. Hal ini dapat menghambat berbagai kegiatan dan menyerahkan tekanan psikologis pada orang yang mengalaminya.

Apa saja penyebab telinga berdenging?

Terlalu lama terkena bunyi-bunyian keras menjadi penyebab telinga berdenging yang sangat umum. Suara bising yang keras bisa merusak sel-sel cochlea, yakni organ telinga berbentuk spiral di telinga unsur dalam yang paling sensitif dengan suara. Orang-orang yang bekerja di lingkungan yang berisik, laksana pilot, musisi, pekerja perbaikan jalan, atau pekerja bangunan paling berisiko dengan situasi ini.

Selain penyampaian bunyi yang keras, sejumlah hal dan situasi juga dapat menyebabkan tinnitus, antara lain:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu. Aspirin, obat antidepresan, obat antiradang, dan obat penenang dapat menimbulkan efek samping tinnitus.
  • Telinga tersumbat. Penumpukan kotoran, infeksi telinga, atau tumor jinak pada saraf pendengaran dapat menyebabkan telinga berdenging.
  • Usia. Semakin meningkat usia, keterampilan cochlea dapat menurun da terganggu sehingga memunculkan tinnitus.
  • Cedera kepala, leher dan rahang, laksana sindrom tempomandibular joint (TMJ). Trauma di dekat kepala, leher, dan rahang dapat memengaruhi saraf pendengaran sehingga memunculkan suara dengingan pada telinga.
  • Memiliki masalah medis tertentu. Orang dengan hipertensi, penyakit meniere, gangguan tiroid, masalah peredaran darah, atau penyakit autoimun berisiko dan dapat merasakan tinnitus sebagai di antara gejalanya.

Posting Komentar

0 Komentar